ComicFest ID 2016, Maju Terus Komik Indonesia
Posted on 14 Jun 2016

share

Fb

tw

g+

Gelegar ComicFest ID 2016 telah berlalu, acara pameran khusus komik terbesar di Indonesia ini telah meninggalkan kesan dan kenangan mendalam bagi penggemar komik Indonesia. Acara yang diselenggarakan pada tgl 28-29 Mei 2016 di Smesco UKM, Jakarta, ini sukses mengangkat dan memperkenalkan komik Indonesia kepada masyarakat luas.

Antusias para pengunjung saat memasuki venue.

re:ON Comics Store

Antusias para Reonites di booth re:ON

Dari komikus amatir, yang menjual karyanya dalam bentuk fotokopian, hingga komikus beken pencetak rekor penjualan komik terbanyak yaitu Mice Cartoon, serta komikus legendaris Pak Hasmi, kreator Gundala, turut hadir dalam acara ini untuk menyapa para penggemarnya.

Para komikus legendaris bersama para founder re:ON Comics

Selain para komikus top Indonesia, ComicFest ID juga menghadirkan para komikus kaliber internasional dari berbagai negara, seperti Gaku Miyao (mangaka Aoba Bicycle Shop dari Jepang), Harvey Tolibao dan Kim Jacinto (komikus Marvel dari Filipina), Chris Lie, Ario Anindito, Rahmat Handoko dan Miralti Firmansyah (para komikus Marvel dan DC Comics dari Indonesia).

Komikus asal Jepang, Gaku Miyao, sedang membawakan talkshow.

Kehadiran para komikus internasional ini, selain untuk meramaikan dan menyapa para penggemarnya di Indonesia, juga untuk memberikan workshop komik dan ilustrasi intensif kepada para peserta selama lima hari yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 27 Mei 2016. Kegiatan ini, menurut Chris Lie selaku direktur utama PT. Wahana Inspirasi Nusantara selaku penyelenggara ComicFest ID, bertujuan agar nantinya di kemudian hari para komikus dan ilustrator muda Indonesia memiliki ilmu dan keterampilan untuk dapat bersaing di industri perkomikan dunia.

MC, Puppeteer Lee, Zeen, Kim Jacinto, Harvey Tolibao, dan Chris Lie.

Selain workshop, ComicFest ID juga menjadi ajang bagi penerbit komik Indonesia untuk mempromosikan karya dan menerbitkan komik perdana mereka, seperti re:ON Comics yang me-release volume terbarunya dengan menghadirkan seluruh komikus yang muncul di re:ON Comics volume 21, Kosmik Mook yang me-release volume ke 8-nya, lalu Koloni yang mengeluarkan komik H2O:Reborn, dan komunitas Pasar Komik Bandung yang memperkenalkan serangkaian komik indie terbitan mereka.

 

Area Meet and Greet komikus re:ON Comics.

Talkshow Is Yuniarto, Sweta Kartika, dan Haryadhi.

Talkshow Komikin Ajah.

Peluncuran komik kompilasi Shivers.

Para founder, komikus, dan cosplayer re:ON Comics. 

Puncak acara di hari pertama adalah pagelaran wayang modern yang mengambil lakon Grand Legend Ramayana karya Is Yuniarto. Uniknya, pertunjukan ini diperankan oleh para cosplayer top dari berbagai negara. Rama diperankan oleh Naru dari Indonesia, Shinta diperankan oleh Ying Tze dari Malaysia, Laksman diperankan oleh Liui dari Filipina, Vibishan diperankan oleh Orochi X dari Australia, dan Rahvan serta Mandodari diperankan oleh Erlan Bakabon dan Pinky Lu Xun dari Indonesia.

Para pemeran Grand Legend Ramayana Live Show dan para kru.

Latar belakang berupa animasi yang dikerjakan oleh Caravan Studio ini, tampil sangat menarik dan mewah dalam layar LED raksasa. Demikian pula tata suara dan musik gamelan tradisional berbalut unsur modern gubahan Christian Bong membuat tontonan ini terasa sangat istimewa. Sambutan meriah dari para penonton yang membludak memenuhi area sekitar panggung bahkan sekitar 30 menit sebelum live show dimulai ini membuktikan bahwa wayang orang masih menarik bagi para penonton muda sekalipun. "Kami yakin pertunjukan wayang masih dapat menarik minat bagi penonton muda asalkan dikemas dalam tayangan yang menarik dan kekinian", demikian disampaikan oleh Yudha Negara Nyoman selaku produser eksekutif pagelaran ini yang juga merupakan contributing editor re:ON Comics.

Erlan sebagai Rahvan dan Pinky Lu Xun sebagai Mandodari.

Zainaru sebagai Rama, Liui Aquino sebagai Laksman, Ying Tze sebagai Shinta.

Rama (Zainaru) melawan Vibishan (Orochi X).

Pinky Lu Xun, Orochi X, Ying Tze, Zainaru, Liui Aquino, Erlan, Is Yuniarto, dan MC.

Pada hari kedua, jumlah penonton yang memadati wilayah pameran ini semakin membludak dengan adanya lomba cosplay dan costreet. Lomba cosplay yang berhadiah total 12 juta rupiah ini, menjadi unik karena seluruh peserta diwajibkan untuk khusus memerankan karakter dari komik Indonesia. Lomba ini dimenangkan oleh Kevin Twindicha yang berperan sebagai Gatotkaca dari komik Garudayana sebagai juara pertama, kemudian Igi yang berperan sebagai Antareja dari komik Garudayana, dan juara ketiga diraih Caecilia Arlene Dita yang berperan sebagai Shinta (berserk mode) dari komik Grand Legend Ramayana.

 

Salah satu peserta lomba cosplay competition.

Pemenang lomba cosplay competition.

Para juri: Pinky Lu Xun sebagai Lay Lay Cat Ball Gown ver., Liui Aquino sebagai Reno Prince ver., Orochi X sebagai Aelfric, Ying Tze sebagai Veronica.

Para pemenang costreet competition.

Selain aktivitas menarik tersebut, ada juga maid cafe Ayodya dan butler cafe Platina Parlour yang memberikan pengalaman unik untuk dimanjakan dan dilayani para maid dan butler ganteng di dalam cafe dengan permainan menarik di dalamnya. Lalu yang selalu ramai dipenuhi antrian adalah acara meet and greet dengan para cosplayer tamu. Bahkan ada seorang penggemar yang memborong tiket meet and greet hingga 29 paket serta melamar Ying Tze lengkap dengan bunga!

Platina Parlour Butler Cafe dan kru.

Ayodya Maid Cafe dan kru.

Meet and Greet Clarissa Punipun as Oren, Matcha Mei as Reyna, Franzeska Edelyn as Reon, Jeanice Ang as Rinka.

Meet and Greet bersama Liui Aquino.

Meet and Greet bersama Ying Tze.

Jeanice Ang, Clarissa Punipun, Matcha Mei, Liui Aquino, Franzeska Edelyn, Pinky Lu Xun, Zainaru, Orochi X, Ying Tze, Erlan, dan Rahmad.

ComicFest ID, telah membuktikan bahwa komik Indonesia tengah kembali berjaya. Sambutan masyarakat pun sangat luar biasa, terhitung ribuan pengunjung menyerbu meja-meja komikus dan ilustrator Indonesia untuk membeli karya-karya mereka. Maju terus komik Indonesia!

Back to Top