Dini Marlina
Posted on 30 Jan 2019

share

Fb

tw

g+

Hai, Reonites! Kali ini re:ON ingin memperkenalkan Dini Marlina, komikus di balik komik Math dan Reon & Friends. Kak Dini terkenal dengan ciri khas gambarnya yang sangat lucu dan menggemaskan. Seperti apa sih, sosok Kak Dini Marlina? Yuk, kita simak wawancaranya berikut ini.

 

Halo Kak Dini, apa kabar? Sedang sibuk apa nih?
Halo, kabar saya baik sekali. Saat ini saya sedang mengerjakan full time ilustrasi komik di salah satu studio komik online Korea, di Jakarta, sembari freelance ilustrasi dan komik di beberapa penerbit, dan re:ON salah satunya.

 

Boleh diceritakan awal mula Kak Dini ngomik?

Dulu, waktu SMA, saya suka sekali baca dan beli komik. Lalu, lama kelamaan saya berpikir, “bagaimana kalau saya coba bikin komik sendiri, biar gak usah beli komik lagi” (waktu itu saya PeDe dengan gambar saya sendiri, haha). Nah, kemudian saya mulai menggambar komik sendiri dengan peralatan dan cerita seadanya, hasilnya juga hanya diperlihatkan ke teman terdekat saja. Baru, pada tahun 2012, saya iseng membuat komik strip dan di-publish online. Nah, dari situ saya mulai banyak mendapatkan banyak komentar positif dan tawaran untuk membuat komik serta ilustrasi.

 

Komik pertama Kak Dini di re:ON Comics adalah Math, bareng Kak Maxi sebagai penulisnya. Lebih enak bikin komik sendiri atau bareng penulis, sih?

Yang pasti banyak kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kelebihannya, karena komikusnya ada 2 orang, jadi ada 2 kepala, kalau ada ide yang buntu bisa dibantu sama yang lain (haha). Kesulitannya, kami harus sama-sama kompak. Selama ini saya dan Maxi, jika ada hal-hal yang memang sulit diambil keputusan, biasanya kita melakukan diskusi beberapa kali, dan jika dirasa masih buntu juga biasanya tanya ke editor untuk diambil jalan tengahnya.

 Komik Math

Komik Math yang digambar oleh Kak Dini, berkolaborasi dengan Maximilian Fansyuri

 

Kak Dini kok bisa sih gambarnya imut dan unyu banget? Apa rahasianya?

Karena saya suka anak-anak (maklum anak bontot mau punya adik tapi gak kesampaian). Dan bagi saya, dunia anak-anak penuh kesenangan dan tawa. Maka dari itu ketika menggambar saya sering berimajinasi kepolosan dan tingkah mereka yang memang menggemaskan. Dan akhirnya jadilah gambar yang unyu.

 

Menurut Kak Dini, apa yang paling susah dalam menggambar?

Perspektif dan gesture, 2 hal ini sangat susah dipelajari apalagi saya memang tidak mengenyam pendidikan seni secara formal. Tapi meskipun begitu saya tetap berusaha belajar, semoga tahun depan saya bisa lebih jago, yah.

 

Apakah Kak Dini pernah kena artblock? Bagaimana cara mengatasinya?

Sering banget, karena kerjanya setiap hari menggambar, pasti ada rasa jenuh. Jadi kena artblock itu tidak perlu dirisaukan, tetap menggambar saja, meskipun kelarnya lama, harus tetap dipaksa. Trus, kalau memang sudah sangat parah artblock-nya, biasanya saya refreshing dengan menonton anime, baca artikel, atau menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman saya. Tapi jangan lama-lama, nanti bisa jadi malas betulan. Kalau artblock-nya masih belum sembuh juga, biasanya saya mengeluarkan kalimat andalan saya, “selalu ada alasan untuk tidak melakukan sesuatu”, terus kemudian merenung. Nah, dari situ biasanya saya sadar, lalu langsung terpacu untuk lanjut menggambar lagi.

 Sticker re:ON

Sticker Line
Tersedia juga sebagai sticker WhatsApp!

 

Komik Reon and Friends yang digambar Kak Dini itu lucu banget lho! Bagaimana kesan-kesan Kak Dini tentang serial ini? Apakah ada chapter favorit?

Saya tidak menyangka kalau saya bakal menggambar komik chibi seperti Reon and Friends. Ini merupakan salah satu impian saya, loh! Saya senang mendengar banyak yang suka dengan Reon and Friends, dan berterima kasih diberi kesempatan menggambar karakter Reon dkk, untuk dijadikan komik. Padahal, awalnya ini hanya obrolan iseng Mas Andik Prayogo, menyuruh saya untuk membuat komik keseharian Reon, lalu ditindaklanjuti dengan tawaran dari Mbak Gita untuk mengisi komik di re:ON volume 20. Haha, lucu ya, obrolan santai malah jadi project serius begini. Chapter favorit saya, waktu Reno sakit. Saya suka saat Reon dan Reyna berjuang membuat obat demi kesembuhan Reno, dengan bahan yang tidak biasa.

 

Genre apa yang paling menantang bagi Kak Dini? Dan apakah ada genre lain yang ingin Kak Dini coba?

Genre thriller!! Saya sudah lama penasaran ingin membuat komik yang memang agak dark. Banyak hal yang bisa saya explore ketika membuat komik Rumah Tengah Hutan, di Shivers Vol 2, dan trik-trik baru menggambar komik. Trus, yang paling menantang itu, saat menggambar karakter yang menyeramkan, selain bingung memberi efeknya saya juga harus mencari referensi gambar/foto seram yang pastinya bikin saya bergidik, apalagi kalau browsing-nya malam-malam. Kalau genre yang ingin saya coba adalah komik fantasy action tapi dengan style chibi manga. Saya rasa itu akan jadi lucu dan unik.

 

Bagaimana tanggapan keluarga tentang profesi Kak Dini sebagai ilustrator dan komikus?

Saya termasuk orang yang beruntung karena sedari kecil orang tua saya sudah mendukung hobi menggambar saya, bahkan sewaktu SMP saya dipersilakan menggambar di tembok depan rumah saya. Nah ketika saya mantap memilih profesi illustrator dan komikus, saya menjelaskan detailnya kepada orang tua saya tentang pilihan saya ini, bagaimana dunia kerjanya, dan kegiatan kerjanya, karena orang tua saya memang awam dengan dunia kerja bidang kreatif seperti ini. Setelah mendapatkan fee yang cukup dan banyak buku sample dari penerbit, orang tua saya yakin dengan pilihan saya dan mendukung sepenuhnya.

 

Kira-kira butuh berapa lama bagi komikus pemula agar bisa sejago Kak Dini? Tolong tips-tipsnya, dong!

Wah! Saya belum jago, masih perlu banyak belajar. Dari awal saya menggambar, saya tidak berpikir lamanya waktu yang saya habiskan. Karena saya suka, ya jadi saya lakukan saja, semaksimal mungkin dan menikmati prosesnya. Tahu-tahu malah jadi komikus seperti sekarang, yang penting action!, masalah jago belakangan, tergantung usaha juga kan. Untuk tipsnya, pertama, perbanyak latihan. Jangan malas menggambar dan membuat komik, banyak belajar dan mencoba . Kedua, kurangilah mengeluh dan jangan minder dengan karya kalian. Berjuang semaksimal mungkin disesuaikan dengan kemampuan kalian. Dan terakhir, coba kasih unjuk komik kalian ke teman-teman dan minta komentar. Jangan down ketika mendapat kritikan karena dunia kreatif memang penuh dengan komentar dan kritik, jadi mulai sekarang belajar kuatin mental, ya.

 Komik Reon and Friends

Reon and Friends

 

Apakah ada pengalaman yang berkesan bagi Kak Dini setelah bergabung dengan re:ON Comics?

Berkat re:ON, saya beberapa kali masuk TV. Terima kasih buat Mas Chris Lie, yang sudah mengundang saya, (padahal masuk TV itu, susah loh, hehe). Pengalaman lain, ketika kemarin menjadi juri Art Duel, di Creator Super Fest 2017, seru banget! Saya bersyukur tergabung dalam keluarga komikus re:ON. Saya juga sangat menikmati saat membuat ilustrasi untuk merchandise Reon and Friends, seperti kalender, bantal Zodiac dan sticker Line.

 

Pesan untuk Reonites yang ingin menjadi komikus?

Tetap semangat membuat komik, bagi yang gagal jangan menyerah. Jalan kalian masih panjang, bahkan yang profesional saja pada awalnya banyak mengalami kegagalan, namun tidak menyerah. Semangat!! [MS] [Photo: Andhika Hartawan]

 

Baca artikel selengkapnya di re:ON Comics Volume 27!


MathBeli di TokopediaBeli di Shopee
Beli di TokopediaBeli di Shopee
Touche
 

Back to Top