Frankfurt Book Fair 2017
Posted on 31 Jan 2019

share

Fb

tw

g+

Untuk ketiga kalinya semenjak tahun 2015, secara berturut-turut, re:ON Comics kembali dipercaya oleh Komite Buku Nasional, untuk ikut serta sebagai salah satu co-exhibitor dalam perhelatan pameran buku terbesar di dunia, Frankfurt Book Fair.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, acara yang diselenggarakan pada 11-15 Oktober 2017 ini, juga diselenggarakan di Messe Hall, Frankfurt, Jerman. Dihadiri oleh puluhan negara dan ratusan ribu pengunjung.

 

Booth Indonesia

Suasana Happy Hour di Booth Indonesia

 

Display komik-komik re:ON di Booth Indonesia

Display komik-komik re:ON di Booth Indonesia

 

Tiga hari pertama, yaitu pada hari Rabu hingga Jumat, pengunjung pameran hanya dibatasi untuk para pebisnis yang terlibat dalam industri perbukuan, termasuk di dalamnya penulis, ilustrator, agen literatur dan tentunya para penerbit. Tiga hari pertama inilah yang paling penting bagi para co-exhibitor untuk berlomba-lomba menawarkan lisensi buku-buku terbitan mereka ke pasar internasional.

 

Setelah pada Frankfurt Book Fair 2015 lalu, di mana Indonesia menjadi guest of honour, publik Eropa mulai mengenal Indonesia, dan sisi positifnya adalah, buku-buku terbitan Indonesia, akhirnya semakin banyak diincar oleh penerbit-penerbit internasional, untuk dibeli hak terbitnya, dan diedarkan di negara mereka.

 

re:ON di FBF 2015

re:ON di Frankfurt Book Fair 2015

 

Demikian pula dengan komik-komik terbitan re:ON Comics. Semenjak keikutsertaan re:ON Comics di Frankfurt Book Fair 2015, kami telah berhasil menjual 11 judul komik-komik re:ON, ke pasar penerbit komik internasional. Tercatat, 10 judul terjual ke Jepang, dan 1 judul lainnya terjual ke Rusia. Tentunya ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan. Bukti bahwa kualitas komik Indonesia telah diakui oleh negara penghasil komik terbesar di dunia, Jepang.

 

FBF 2016

Booth Indonesia di Frankfurt Book Fair 2016

 

FBF 2017 

Booth Indonesia di Frankfurt Book Fair 2017

 

Me vs Big Slacker Baby, Grand Legend Ramayana, dan Chrysalis, merupakan tiga judul pembuka jalan ke pasar Jepang, melalui penerbit Comic Catapult, Jepang.

 

Sedangkan Lay-Lay Cat, merupakan komik pembuka jalan ke pasar Eropa, yaitu melalui penerbit Comics Press Rusia.

 

Sedangkan judul lainnya yang menyusul untuk segera diterbitkan di Jepang, adalah Tawur, Galauman, Shivers dan Spalko.

 

Kehadiran re:ON Comics di Frankfurt Book Fair tidak hanya membawa misi untuk menjual lisensi komik-komiknya ke pasar internasional, namun juga untuk memperkenalkan komik Indonesia ke publik Jerman dan dunia.

 

T.K., David Boller, Volkmar Hoppe dan Andik Prayogo

 

Seperti yang dikatakan oleh David Boller, seniman komik asal Swiss, saat mengunjungi Booth Indonesia kali ini. “Saya tidak begitu mengenal Indonesia sebelumnya, namun setelah melihat kualitas komik-komik re:ON yang dipamerkan, saya benar-benar terkejut dan kagum, bahwa di negara kalian ada begitu banyak seniman komik yang sangat berbakat. Satu hal lagi yang membuat saya terkesan, kualitas gambar dalam komik kalian sungguh sangat tinggi.”

 

Hal tersebut juga diamini oleh Tatsuki Hirayanagi, yang lebih senang dipanggil T.K., direktur Comic Catapult, Jepang, yang telah membeli 10 judul komik-komik re:ON untuk diterbitkan di negaranya. “Saat ini, menurut saya re:ON Comics memiliki standar kualitas tertinggi untuk komik Indonesia. Itulah alasan mengapa saya berani untuk membeli tujuh judul baru lagi untuk kami terbitkan di Jepang.”

 

Sementara menurut Anna Korosteleva, dari penerbit Fast Print - Pro, Rusia, alasannya memilih Lay-Lay Cat untuk diterbitkan di negaranya adalah, karena komik ini memiliki tampilan visual yang paling sesuai dengan selera pasar komik Eropa, dibandingkan komik-komik re:ON lainnya. Walau sebenarnya sekarang manga Jepang, juga sudah mulai digandrungi para remaja-remaja di negaranya.

 

Bersama Anna Korosteleva dari Fast Print-Pro, Rusia

 

Selama tiga tahun keikutsertaannya dalam Frankfurt Book Fair, re:ON Comics juga menjalin hubungan persahabatan dengan asosiasi ilustrator kota Darmstadt di Frankfurt. Volkmar Hoppe, sebagai salah seorang pengurus asosiasi ini, setiap tahun selalu mengundang Andik Prayogo, co-founder re:ON Comics untuk menghadiri acara pesta penyambutan yang mereka adakan tiap tahunnya untuk menyambut para ilustrator dari negara guest of honour. Tahun ini Perancis adalah guest of honour dalam Frankfurt Book Fair 2017.

 

Bersama T.K. dan Pierre Dubost dari Comic Catapult

 

Menurut Andik Prayogo, yang telah bertugas untuk menjual lisensi komik-komik re:ON ke pasar internasional sejak tahun 2015, biasanya yang mereka minati adalah komik yang mengangkat tema lokal, namun dengan tampilan global. Artinya komik tersebut gampang diterima oleh selera internasional, namun memiliki sesuatu yang unik di dalamnya. Seperti komik Lay-Lay Cat, contohnya, secara cerita sangat berbeda dengan apa yang dimiliki oleh komik-komik Eropa, namun secara visual, ilustrasi dari Sheila Rooswitha Putri ini, sangat familiar dengan selera pasar komik Eropa.

 

Demikian pula dengan Grand Legend Ramayana, Tawur, Galauman, Spalko, dan Me vs Big Slacker Baby, komik-komik tersebut memiliki cerita yang sangat berbeda dengan komik Jepang pada umumnya, namun secara visual, ilustrasi Is Yuniarto, C. Suryo Laksono, Ino Septian, Sweta Kartika, dan Annisa Nisfihani ini, mudah diterima oleh pasar komik Jepang.

 

Selanjutnya menembus ke pasar Amerika Latin?

 

Belajar dari pengalaman tiga tahun mengikuti pameran buku terbesar di dunia ini, ada banyak hal yang dapat menjadi pelajaran bagi para komikus Indonesia. Sudah saatnya komik Indonesia menunjukkan eksistensinya kepada dunia internasional, sudah saatnya Indonesia menembus pasar internasional. Mari berkarya, dengan membuat karya bertema lokal yang memiliki selera global. Maju terus komik Indonesia. [AP] [Photo by: Stefano Romano & dokumentasi re:ON Comics]

Baca artikelnya lebih lanjut di re:ON Comics Volume 30

Lay-Lay Cat
Chrysalis
BSBBeli di TokopediaBeli di Shopee
GLRBeli di TokopediaBeli di Shopee

Back to Top