Is Yuniarto
Posted on 02 Feb 2017

share

Fb

tw

g+

Hai, Reonites! Kali ini redaksi ingin memperkenalkan Is Yuniarto, kreator komik Grand Legend Ramayana. Seperti apa sih, sosok komikus keren yang menciptakan komik GLR ini? Yuk, kita ikuti wawancaranya berikut ini.

Halo, Kak Is, apa kabar? Sekarang lagi sibuk apa nih?

Halo, kabar baik! Saat ini masih sibuk mengerjakan serial komik Grand Legend Ramayana dan Garudayana Saga.

Sejak kapan sih, Kak Is mulai membuat komik?

Seingat saya sejak SD sudah suka bikin komik. Trus, yang baca teman-teman sekelas.

Apa yang membuat Kak Is, mau menjadi komikus?

Karena saya dari dulu memang suka menggambar dan bercerita melalui gambar, sih.

Dulu awal mula Kak Is belajar bikin komik itu, bagaimana sih, ceritanya?

Saat kecil, awalnya ingin menggambar dan berimajinasi tentang lanjutan cerita serial kartun yang saya tonton di televisi, lalu kemudian berkembang ingin menciptakan tokoh/karakter dan cerita karangan sendiri.

Apakah ada dukungan dari orang tua, ataupun keluarga?

Tentu, sebelum mengenal manga, saya mendapatkan beragam buku komik (komik amerika, eropa, manhua, dan komik wayang) dari orang tua saya. Tentunya hal ini jadi memacu saya untuk ikutan berkarya membuat komik juga.

Bisa diceritakan pengalaman Kak Is, saat pertama kali menerbitkan komik dulu? Apa pernah ditolak penerbit?

Karya debut saya adalah komik Wind Rider (Elexmedia) yang terbit pada tahun 2005. Saat itu saya datang langsung ke penerbit dengan membawa portofolio karya saya, namun langsung ditolak. Kemudian saya pantang menyerah, berusaha membuat ulang konsep komik baru, dan mencoba mengirimkannya lagi, hingga akhirnya diterima dan diterbitkan. Jadi buat kalian yang pernah ditolak penerbit, jangan berkecil hati dan putus asa, ya.

Menurut Kak Is, yang paling susah dalam membuat komik dan yang paling dibutuhkan, untuk menjadi seorang komikus itu apa sih?

Yang paling susah adalah mewujudkan ide ke dalam name/storyboard. Sedang yang dibutuhkan untuk menjadi komikus: kemampuan untuk membuat gambar yang bercerita, dan mampu menyampaikan gagasan/pesan kepada pembacanya dengan cara yang menarik.

Bagaimana cara Kak Is mengatasi writer’s block?

Kalau saya, biasanya kembali melakukan riset, mencari data, atau membaca banyak hal. Writer’s block biasanya terjadi karena kita kekurangan informasi atau riset.

Cover GLR Volume 1 dan 2

Cover Volume 1 dan 2 The Grand Legend Ramayana

 

Bisa diceritakan awal mula bergabung dengan re:ON?

Waktu itu di pertengahan tahun 2012, Chris Lie dan Andik Prayogo, memberitahu saya bahwa saat itu, mereka sedang menyiapkan sebuah konsep penerbitan komik yang super keren, dan meminta saya untuk turut mengajukan naskah komik. Tentu saja saya menyambutnya dengan antusias, lalu saya segera membuat sketsa desain karakter beserta sinopsis ceritanya, lalu mengirimkannya ke mereka.

Kalau proses membuat komik, ala Is Yuniarto itu, tahap-tahapnya apa saja?

Dari ide, dikembangkan dan dimatangkan menjadi konsep komik dengan dukungan riset visual maupun data. Setelah itu lanjut ke penulisan skrip. Lalu skrip cerita diajukan dan didiskusikan ke editor, jika disetujui baru dibuat name/storyboard yang bertujuan memberikan tampilan sketsa awal halaman komik, pembagian halaman chapter dan panel. Berikutnya lanjut ke proses produksi, yaitu sketsa, tinta, toning, teks, SFX. Terakhir editing finalnya.

Darimana, biasanya ide membuat komik Kak Is?

Banyak, biasanya dari lingkungan sekitar, berbagai hal yang saya lihat dan rasakan, serta pengalaman hidup.

Bagaimana cara membagi waktu antara memenuhi deadline komik dan kegiatan lainnya?

Pada pagi/siang hari saya mengajar. Lalu membuat komik biasanya pada malam hari, di saat daily job sudah selesai.

Apa pernah mengalami kesulitan dalam memenuhi deadline? Bagaimana cara mengatasinya?

Ya, di saat banyak event dan pameran komik yang berbarengan waktunya dengan deadline. Terkadang saya membutuhkan bantuan asisten untuk mengejar waktu.

 

Halaman komik Grand Legend Ramayana di situs Comic Catapult

 

Dengar-dengar, dua karya Kak Is, diterbitkan oleh penerbit Comic Catapult Jepang?

Ya, Pada Agustus 2015 kemarin karya saya Garudayana dan GLR menjadi komik Indonesia dengan mangastyle pertama yang lisensinya dibeli oleh penerbit Jepang untuk diterbitkan dalam bahasa Jepang. Tentu saja hal ini adalah salah satu impian saya yang telah terwujud, bahkan komik Garudayana edisi Jepang berhasil masuk nominasi The Gaiman (Gaikoku No Manga) Award 2015.

Kenapa sih, Kak Is suka banget bikin komik wayang?

Saat kecil pernah menikmati komik-komik wayang klasik karya Ardisoma, RA Kosasih, dan Teguh Santosa. Dan kini saya mencoba menampilkan kisah wayang nusantara dengan eksperimen style dan penceritaan.

Apa pernah ada yang penggemar wayang yang protes atau malah memuji, karena Kak Is buat versi manga?

Tentu saja selalu ada pro dan kontra. karena tokoh dan kisah pewayangan sendiri memiliki banyak versi yang beredar sejak lama. Pernah waktu di sebuah acara komik, ada seorang penggemar wayang yang memprotes bentuk headpiece Rama, yang dibilang tidak sesuai bentuk asli dalam wayang. Lalu saya jelaskan bahwa komik GLR ini adalah cerita fiksi.

Pengalaman Kak Is yang paling berkesan selama membuat komik?

Yang paling mengesankan adalah saat karya pertama terbit, dan mendapatkan respon/komentar pembaca pertama kalinya.

 

Ada bocoran nggak, proyek GLR selanjutnya?

Ah, nanti bakal ada live show performance GLR di panggung utama event ComicFest ID, pada tanggal 28-29 Mei 2016 di Smesco Hall Jakarta, yang akan menampilkan kisah komik Grand Legend Ramayana, dengan pemeran para cosplayer dari berbagai negara (Indonesia, Australia, Malaysia). Selain itu di acara tersebut juga akan launching perdana komik satuan GLR vol 2, dengan bonus chapter yang belum pernah diterbitkan sebelumnya, mengisahkan tentang pengalaman Rama dan Laksmana di misi pertama mereka sebagai pemburu Yaksha. Jangan sampai terlewatkan ya!

Menurut Kak Is, masa depan menjadi komikus di Indonesia itu bagaimana?

Tentu semakin menarik, karena saat ini sudah banyak penerbit baik lama maupun baru yang menerima dan mendukung komik Indonesia. Dan ke depannya dengan kemajuan teknologi, proses pembuatan, penerbitan komik menjadi jauh lebih mudah dan terjangkau.

Apa harapan Kak Is untuk perkembangan industri komik Indonesia?

Harapannya komik Indonesia bisa mudah didapatkan dan dibaca oleh semua kalangan.

Ada pesan untuk Reonites?

Terimakasih banyak Reonites, karena telah mendukung dan membaca karya-karya saya, You are my source of inspiration. [AP] [Photo: Dokumentasi Is Yuniarto]

Preview GLR Chapter 1

Baca artikel selengkapnya di re:ON Comics Volume 20!

 

Back to Top