Keseruan di MANGAFEST 2016
Posted on 04 Apr 2017

share

Fb

tw

g+

Suasana di pintu masuk GOR Pemuda Klebengan

Pada tanggal 15-16 Oktober 2016 lalu, Mangafest kembali diadakan untuk keenam kalinya. Kali ini bertempat di GOR Pemuda Klebengan, Yogyakarta. Acara tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (HIMAJE) Universitas Gadjah Mada ini mengangkat tema “Sport Action” yang memiliki makna aksi untuk memajukan dunia olahraga Indonesia melalui media komik. Dengan mengangkat tema tersebut, diharapkan melalui Mangafest, generasi muda Indonesia dapat terinspirasi untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di dunia olahraga.

Pada hari pertama, antusiasme pengunjung sudah terasa sejak penjualan tiket mulai dibuka. Antrian untuk membeli tiket cukup panjang meskipun pada tahun ini Mangafest mematok tiket masuk sebesar 15.000 rupiah. Pada hari kedua, antusiasme pengunjung meningkat, terlihat dari panjangnya antrian pengunjung yang semakin memanjang dibandingkan hari pertama.

Suasana di area booth Mangafest 2016

Begitu memasuki venue acara, pengunjung disambut oleh booth comicket yang merupakan tempat bagi komikus lokal untuk memamerkan serta menjual karyanya. Di comicket pengunjung dapat mengunjungi booth-booth milik komunitas komik lokal, komikus perseorangan maupun komikus ternama seperti Sweta Kartika, kreator Spalko, Faza Meonk dan Kharisma Jati yang turut meramaikan booth comicket Mangafest. Di area comicket juga terdapat mini stage yang diramaikan dengan launching dan review komik bersama komunitas komik, talkshow bersama komikus lokal, serta lomba dubbing battle.

Talkshow bersama Sweta Kartika & Olvyanda Ariesta

Keluar dari area comicket, pengunjung diarahkan menuju pameran manga. Manga yang dipamerkan merupakan karya-karya terbaik dari peserta lomba Manga Competition dan lomba Komik Bisu yang sudah diadakan sebelumnya, dengan dibantu penjurian oleh tim juri dari re:ON Comics. Di samping area pameran manga, tepatnya di Ruang Tari, diadakan workshop manga dan workshop dubbing. Untuk bisa ikut dalam workshop ini, peserta dapat mengikutinya dengan biaya yang terjangkau, yaitu Rp. 75.000,- untuk workshop manga dan Rp. 50.000,- untuk workshop dubbing. Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat mengikuti tiga sesi workshop manga yang diisi oleh C. Suryo Laksono, komikus Tawur, Arya Dhaniswara dan Kharisma Jati, Sedang workshop dubbing diisi oleh dubber karakter dari film Doraemon, Suneo, yaitu Agus Nurhasan dan Giant, yaitu Bima Sakti.

Booth Anima Core di Mangafest 2016

Di arah barat venue, pengunjung akan disambut oleh booth makanan, aksesoris dan komunitas. Karena diletakkan di area outdoor, pengunjung akan merasakan sensasi seperti mengunjungi festival di Jepang, yang lebih sering diadakan di luar ruangan. Di area ini pengunjung dapat menikmati makanan-makanan khas Jepang yang dijajakan di booth makanan, berbelanja aksesoris di booth aksesoris dan bertemu dengan komunitas-komunitas Jejepangan yang berbasis di Yogyakarta di booth komunitas.

 

Selain booth, di area outdoor juga terdapat panggung utama yang menjadi pusat acara Mangafest. Kepadatan pengunjung sangat terasa di area depan panggung utama baik di hari pertama maupun hari kedua. Acara di panggung utama diisi dengan berbagai lomba, seperti lomba Bombayaki yaitu lomba makan takoyaki, dan lomba Ramen Go-Byos yaitu lomba makan ramen.

Di dekat panggung utama juga langsung terlihat booth re:ON Comics. Reonites Jogja langsung menyerbu paket promo re:ON Comics yang langsung ludes pada jam 2 siang di hari kedua. Kebetulan re:ON Comics juga ikut menjadi salah satu sponsor acara Mangafest, yang sudah berpartisipasi selama 3 tahun berturut-turut.

Penampakan booth re:ON Comics di Mangafest 2016

Selain itu, lomba Coswalk juga diadakan di panggung utama yang diikuti oleh sekitar 60 cosplayer baik dari dalam maupun luar Kota Yogyakarta. Acara di panggung utama juga dimeriahkan oleh performer seperti AVIE, NeaR, goodnight popo, Monkey Circus, JUON, SWEG, O-HA!, dan DJ Yochi di hari pertama dan Crossover, DxD feat. BMP, Momiji Velvet, JAV, Muse ON, Albatross dan Destraya di hari kedua. Selain performer, turut memeriahkan penampilan dari MEA, band visual kei asal Jakarta dan penampilan dari Franzeska Edelyn dan Donna Visca sebagai guest star pada Mangafest keenam ini. Acara di panggung utama Mangafest ditutup oleh penampilan dari Sastromoeni di hari kedua.

Donna Visca & Franzeska Edelyn di atas panggung

Selain acara tersebut, terdapat juga lomba yang diadakan oleh panitia seperti lomba Costreet, Bubble Komik, dan Komik Strip yang bisa dilakukan di seluruh venue Mangafest. Mangafest merupakan acara yang diadakan oleh mahasiswa, namun kualitas dan komitmennya untuk terus mendukung industri komik lokal patut diacungi jempol! Sampai jumpa di acara Mangafest berikutnya.

Para peserta lomba cosplay berjejer di atas panggung

[Artikel dan Photo: Panitia Mangafest 2016]

Baca artikelnya lebih lanjut di re:ON Comics Volume 25



Back to Top