Nan Nan
Posted on 31 Jan 2019

share

Fb

tw

g+

Hai Reonites, pada kesempatan kali ini, re:ON menghadirkan wawancara khusus dengan Nan Nan. Siapa sih yang menyangka kalau Nan Nan yang imut dan suka berpakaian kawaii ini merupakan komikus Grandpa is Here dan juga Midnight Visitor yang menyeramkan itu? Bagi yang penasaran ingin mengenalnya lebih lanjut, yuk, langsung kita simak aja liputannya!

 

Halo Kak Nan Nan, apa kabar? Boleh diceritakan awal mula pertama kalinya Kak Nan Nan membuat komik?

Haloooo, baik nih! Awalnya dari iseng-iseng aja, waktu masih kecil orang tua sibuk dan di rumah dikasih kertas sama spidol setiap hari, jadi mulai coret-coret. Nah, gara-gara itu jadi sering bikin komik-komik simple di buku tulis dan berlanjut sampe zaman sekolah.

 

Apa yang membuat Kakak akhirnya memutuskan untuk menjadi komikus?

Karena saya suka menggambar dan membuat cerita. Soalnya inspirasi dan ide banyak sekali muncul dan harus dituangkan ke sesuatu.

 

Siapa komikus yang menjadi panutan Kakak?

Kalau komikus yang sampe panutan banget nggak ada sih, tapi aku suka Yuki Kodama, Suzue Miuchi, Machiko Satonaka, Junji Ito, Chie Watari, Atsuko Narumo, Madoka Kawaguchi, Yuki Suetsugu, Takehiko Inoue (karena baca Vagabond hahaha). Terus siapa lagi ya..? Yayoi Ogawa, Taamo, Miyuki Yorita, Usami Maki. Ah, banyak ya.. Hahaha!

 

Kalau komik favorit?

7 SEEDS!! Ini komik yang bisa bikin saya nangis pas baca, karena isi di dalamnya sangat emosional ( TT_TT ). Terus apa lagi ya… kalo ditanya komik favorit list-nya bisa banyak banget ini, haha. Sakamichi no Apollon, serial Topeng Kaca (Garasu no Kamen), Sunset on Third Street, Chibi Maruko-chan, Doraemon, Homunculus, I Am a Hero, ADOLF, Nube, Yukan Club, To be Beautiful, Kungfu Boy, City Hunter, Koleksi one shot Junji Ito, The Other World, dan Aurora by Machiko Satonaka (ini bagus banget). Masih ada harusnya yang lupa disebut, tapi sementara ini dulu, deh. Hehehe.

 

Bagaimana awal mula bergabung dengan re:ON Comics?

Awalnya agak lupa sih kenapa, hahaha. Waktu itu re:ON baru mau launching terus ditawarin buat komik one shot di situ, terus jadilah komik pendek Midnight Visitor di re:ON vol 3, hehe. ( ^_^ )

Grandpa is Here

Komik Grandpa is Here karya Nan Nan

 

Kak Nan Nan sehari-harinya kan sibuk sekali, nah bagaimana sih caranya membagi waktu agar bisa menghasilkan banyak karya?

Nah, jadi pembagian waktunya itu begini: Kerjakan komik di setiap ada kesempatan. Biasanya sih weekdays, jadi setelah full time kerja (yang kebetulan ngomik juga kerjaannya) pas pulang kantor biasanya ngomik yang lain lagi sampe malem. Hahaha terus pas weekend kalo lagi nggak kemana-mana, kerjain juga. Pokoknya cicil sedikit demi sedikit. Walaupun sebenarnya lebih baik nggak ngambil project komik lebih dari satu, tapi… yah……

 

Bisa diceritakan mengenai asal muasal ide komik horor Grandpa is Here?

Wahahahahaha! Jujur, awalnya itu sempet bingung waktu editor re:ON request untuk bikin komik horor lagi. Terus saya mikir, sebenernya lebih suka thriller sih… dan waktu itu, selama beberapa hari mikirin ide komik apa yang oke. Tapi lalu dapetlah ide secara random, waktu lagi naik ojek online. Karena lagi di jalanan, daripada bengong jadi mikirin ide cerita aja, terus nemu ide ini, out of nowhere! Hahaha. Jadi nggak pake banyak mikir terus langsung buat sinopsis dan karakternya, trus kemudian langsung diajukan ke editor re:ON dan disetujui.

Nan Nan

Nan Nan sangat suka berpakaian ala kawaii style

 

Komik Midnight Visitor, sempat membuat beberapa Reonites nggak bisa tidur setelah membacanya, loh. Dari mana sih Kakak bisa ada bayangan menggambar hantu seseram itu?

Sebenernya itu berdasarkan kisah nyata yang dialami mama. Waktu muda dulu, mama pernah didatengin hantu kaya begitu waktu baru melahirkan kakak pertama saya. Nah wujud si hantu diceritain mama rambutnya panjang, kulitnya putih kaya tembok, bola matanya besar dan belo, dia cantik tapi seram. Terus pas diimajinasikan mukanya kaya begitu, hahaha. Maap ya bikin nggak bisa tidur ^^;

 

Kak Nan Nan paling seneng bikin komik genre apa sih?

Terbagi menjadi 3 genre: Drama-romance-tragedy, psychological-thriller, dan slice of life. Saya juga suka sama cerita romance tragedy di era perang dunia ke-2.

 

Biasanya untuk menyelesaikan satu halaman komik, butuh waktu berapa lama, kak?

Hmmm, kalo waktu pastinya sih bingung juga berapa lama, karena saya sistemnya nyicil dan random kerjainnya (nggak satu halaman diselesaiin secara urutan, kayak habis halaman satu, terus dua….. nggak begitu) . Saya selalu kerjain dari yang saya pengen kerjain duluan.

 

Kalau pas lagi kena writer’s block, biasanya bagaimana Kak Nan Nan mengatasinya?

Tidur! Biasa ide dapet banyak banget dari mimpi. Saya sering mimpi aneh-aneh soalnya, yang sering dijadiin ide gambar. Atau, bisa juga baca buku. Saya kutu buku soalnya, dan sering escape ke buku. I love books more than movies. Tapi nonton film dokumenter tentang banyak hal juga seru. Biasanya sih saya suka nonton tentang teori konspirasi, mental disorder, atau serial killer, haha.

 

Kalau suka duka dalam membuat komik, ada nggak pengalamannya yang paling berkesan?

Yang berkesan apa ya? Banyak sih, walaupun 50:50 sama pengalaman yang bikin stress-nya. Tapi setiap komiknya nongol atau terbit, hati ini rasanya langsung bahagia waktu liat karya sendiri dan bahagia bisa produktif. Karena kalo dalam setahun nggak menghasilkan karya apapun saya selalu merasa bersalah dan nggak berguna. Hahaha

 

Pernah ada pengalaman unik dalam menghadapi fans?

Biasanya sih yang bikin kewalahan kalo ditagihin komik lamanya untuk dilanjutin. Pernah juga ada yang ngatur-ngatur jalan cerita yang saya buat. Aduh, jadi susah hati tiap ada yang begini, nggak disetujuin dibilang sombong, nggak dibales juga dibilang belagu, serba salah.

 

Apa cita-cita kakak dalam ngomik yang belum tercapai?

Ingin menghasilkan karya komik yang lebih baik lagi! Banyak hal yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Dan ingin menghasilkan komik dengan jumlah pembaca yang super banyak dan dinikmati orang-orang, nggak cuma di Indonesia tapi juga di luar negeri. Seems like a long way to go, but I will try my best!

Lolita Love

Komik Lolita Love karya Nan Nan

 

Menurut Kakak, apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang komikus?

Mau berusaha dan punya passion. Sukai dulu apa yang kamu buat, jangan bikin komik karena tuntutan atau cuma ikut-ikutan trend tapi di dalam hati nggak enjoy. Karena berawal dari rasa suka membuat komik, maka usaha dan yang lainnya akan mengikuti. Tentu saja harus siap juga untuk capek karena nggak ada yang namanya benar-benar waktu libur dalam menjadi komikus. Karena semua komikus tetap bekerja di tanggal merah atau saat liburan kalau deadline udah memanggil. Duh, hahaha *sad*

 

Pesan Kakak bagi pembaca yang ingin menjadi komikus?

Jangan mudah menyerah! Terus latihan dan gali potensi diri. Dan nggak lupa untuk menjadi diri sendiri, karena apa yang kamu tuang ke dalam komik itu, adalah bagian dari dirimu sendiri, bahkan dari pemikiran sekecil-kecilnya. Nggak usah takut karyamu nggak disukai orang, lebih baik jujur terhadap karya sendiri dan mendapat several loyal fans daripada dicintai atas apa yang bukan dirimu. [Photo: Dokumentasi pribadi Nan Nan]

Baca artikelnya lebih lanjut di re:ON Comics Volume 30

Nan Nan's Daily Life
Grandpa is Here

Lolita Love
Beli Shivers vol. 1Beli di TokopediaBeli di Shopee

 

Back to Top