PopconAsia 2016
Posted on 02 Feb 2017

share

Fb

tw

g+

POPCON ASIA 2016 telah digelar pada 12-14 Agustus 2016 di JCC, yang lalu. Tahun ini merupakan tahun kelima Popcon Asia menemani perjalanan industri kreatif Indonesia. Setelah sukses di tahun sebelumnya dengan tema galaksi, Poppo (maskot Popcon Asia) kembali hadir dengan tema “pop-revolution”, sebuah gerakan besar yang menunjukkan kreator industri kreatif Indonesia sudah banyak bermunculan dengan karya terbaik dan kolaborasi yang epik.

Tema pop-revolution ini juga mempunyai cerita mengenai planet Astropop yang dihuni oleh 5 ras yang sebenarnya merepresentasikan 5 kategori industri kreatif di Popcon Asia, yaitu Alto (game), Sirena (performance seperti musik dan cosplay), Rash (street art dan toys), Lustra (komik dan ilustrasi), dan Mov (film dan animasi). Sementara cerita mengenai perdebatan 5 ras saling menunjukkan diri sebagai ras terkuat menganalogikan bahwa kreator Indonesia masing-masing hebat tetapi sayangnya kurang kolaborasi.

Maka dari itu Popcon Asia hadir untuk mewadahi kolaborasi antar kreator dari masing-masing industri kreatif. Untuk menjangkau lebih banyak orang, Popcon Asia memperbesar area menjadi dua lantai JCC sehingga Popcon Asia tidak hanya dihadiri oleh 219 eksibitor kreator, tetapi juga diramaikan oleh 38,000 pengunjung yang antusias terhadap karya kreator lokal.

Penampakan booth re:ON Comics

 

Volume 22 dan Edisi Spesial Popcon Asia 2016 yang diluncurkan di event Popcon Asia 2016

Eksklusif

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Popcon Asia menjadi tempat untuk sesuatu hal-hal eksklusif. Baik itu hal yang pertama kali diperlihatkan atau bahkan sesuatu yang hanya ada di Popcon Asia. Kosasih Award (penghargaan komik Indonesia) dan Portfolio Review (speed dating kreator dengan pelaku industri kreatif seperti penerbit, agensi, dll). Serta hadirnya majalah re:ON edisi spesial Popcon Asia 2016! yang hanya dapat diperoleh di acara Popcon Asia ini.

Portfolio Review re:ON Comics

 

Preview Night Popcon Asia 2016

 

Adapun Preview Night yang baru pertama kali diadakan, merupakan malam pembukaan Popcon Asia yang diadakan pada 11 Agustus 2016 dengan mengundang media dan tamu-tamu VIP untuk merasakan suasana Popcon Asia lebih dahulu dibanding pengunjung umum. Tentunya di Preview Night ini, para kreator pun sudah bersiap dengan karya-karyanya.

 

Graffiti live painting oleh Artime Joe

 

Hal lain yang membedakan Popcon Asia tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah banyaknya kreator dari bidang street art dan toys. Dimulai dari live painting oleh Artime Joe (street artist dari Korea) dan Dhado Wacky (street artist dari Indonesia), workshop dari Grafis Huru Hara, sampai Popup Market yang diramaikan kreator seperti Garduhouse, Arcolabs, Popo dan masih banyak lagi. Tentunya hal tersebut menjadi sesuatu yang baru dan eksklusif.

 

Workshop oleh Dini Marlina 

 

Sesi signing Park Tae Jun, komikus asal Korea Selatan

 

Tidak hanya dari kategori street art dan toys, sesuatu yang eksklusif juga ada di kategori lainnya seperti film, komik, game, dan performance. Mulai dari, workshop komik oleh komikus re:ON yakni Dini Marlina dan C.Suryo Laksono, meet and greet Park Tae Jun (webtoonist lookism), launching komik “Mencari Kopi Aceh”, live drawing Ross Tran, Masterclass ilustrasi oleh Artgerm, Ross Tran, dan Lius Lasahido, Wondervid yang dihadiri para YouTuber Indonesia dan berbagai launching film seperti film Warkop DKI Reborn, Algojo: Perang Santet, Firegate, dan teaser Si Juki Movie, Launching artbook Vidi Aldiano, performance dari penyanyi cilik seperti Joshua, Dea Ananda untuk #SaveLaguAnak, pengumuman kreavi17, launching boardgame dan masih banyak lagi.

Ajang bisnis sebagai bagian penting dari ekosistem Industri kreatif telah dirintis Popcon Asia mulai 2012, lebih tajam lagi dengan adanya Portfolio Review yang diikuti 17 perusahaan dan 413 peminat. Business Meeting, konsultasi one on one juga tak kalah kurang peminatnya. Para kreator bertemu dengan pelaku industri dan berkesempatan konsultasi gratis mengenai HKI dengan para ahlinya. Fasilitas ini diberikan cuma-cuma bagi para eksibitor.

 

Masterclass ilustrasi bersama Artgerm

 

Talkshow bersama para pemain Warkop DKI Reborn

Kolaborasi Menuju Tak Terbatas

Yang tidak kalah penting, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membuka kesempatan bagi para konten kreator untuk melakukan pendaftaran, konsultasi, dan sosialisasi hak kekayaan intelektual (HKI) di Popcon Asia.

“Tingginya potensi industri kreatif Indonesia membuat kita memerlukan suatu wadah untuk berjejaring, berbagi, berkolaborasi, dan meningkatkan kemampuan bagi para kreator. Pada penyelenggaraan Popcon 2016, pengetahuan tentang hak atas kekayaan intelektual menjadi poin utama yang kami usung,” tutur Grace Kusnadi, founder Popcon Asia.

 

Keramaian pengunjung di area Artist Alley

Popcon Asia tidak membatasi kreator mancanegara yang juga turut meramaikan dengan berbaur di deretan booth-booth eksibitor kreator lokal. Popcon Asia juga ingin memberi kesempatan bagi para kreator lokal untuk berjejaring dan melakukan kolaborasi dengan para pegiat mancanegara. Dengan banyaknya kolaborasi antar kreator, Popcon Asia ingin memperlihatkan keberadaan karya industri kreatif Indonesia sudah sampai sejauh mana pada dunia. [Sumber: Popcon Asia 2016] [Foto: Dokumentasi Popcon Asia & re:ON Comics]

Baca artikel selengkapnya di re:ON Comics Volume 24

Back to Top