re:ON @ ANICULT, SURABAYA
Posted on 21 Jul 2014

share

Fb

tw

g+

Halo Reonites, acara Anime Culture (Anicult) 2014 sudah berakhir. Event pop culture terbesar di kota Surabaya itu meninggalkan hingar bingar bagi penggemar anime, manga, dan cosplay. Berikut adalah reportase hasil liputan crew re:ON comics di acara yang berlangsung tanggal 7-8 Juni 2014 di Mall PTC Surabaya.

anicult 10

Antusiasme pengunjung sebelum pameran dibuka

anicult 1

Booth re:ON ramai diserbu Reonites

International Guest Stars Yang Bikin Heboh
Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran cosplayer ternama dari Jepang, China, Australia, Singapore, dan Malaysia menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Anicult 2014, di samping cosplayer ternama dari Indonesia tentunya.

Bahkan para pengunjung rela merogoh kocek hingga Rp 150 ribu rupiah untuk menyaksikan cosplayer idola mereka beraksi di panggung. Bagi para fans, uang sejumlah itu sangatlah pantas untuk dapat menyaksikan Hana dan Baozi, Sara, Reika, Orochi X, Ying Tze, Pinky Lu Xun, dan Clive Lee yang berkostum Gundam selama acara berlangsung. Selain itu cosplayer local juga nggak kalah heboh mengikuti acara ini.

anicult 2

Baozi, Hana, Ying Tze, Pinky Lu Xun, Orochi X, Sara, Clive Lee, & Reika

Dimanjakan Para Butler Ganteng di Butler Café Platina Parlour
Salah satu daya tarik Anicult 2014 adalah hadirnya Butler Café Platina Parlour yang khusus didatangkan dari Jakarta untuk memanjakan para nona dengan konsep café yang unik dan membuat ketagihan.

Pengunjung café, terutama para nona, banyak yang langsung meleleh hatinya ketika dilayani Kai, Riku, Ken, Shuu, Rei, Yui, dan Sei, para butler ganteng yang dengan sopan melayani tamu dengan sajian hidangan yang lezat.

anicult 3

Suasana di dalam cafe Platina Parlour 

Namun pada umumnya, bukan hidangan lezat ini yang membuat para nona rela antre untuk bisa masuk ke dalam café ini. Yup! Para butler-lah yang membuat mereka jauh-jauh datang, bahkan dari Jakarta. Seperti yang diungkapkan seorang nona dari Jakarta yang rela terbang malam sehari sebelumnya demi untuk bisa bertemu Riku. Bahkan ada juga yang sampai rela berjualan puding terlebih dahulu demi bisa menabung dan memesan 5 slot acara ini!

Eh, tapi bukan hanya para nona yang ngefans sama Platina Parlour loh, ada juga tuan yang hingga berhasil mendapat “good ending” dari salah satu butler karena interaksinya yang sangat berkesan. Sekedar informasi, good ending selama ini selalu diberikan kepada nona dan baru di Anicult ini seorang tuan mendapatkannya. 

anicult 17

Para butler, staff, dan manager Platina Parlour Butler Cafe

Berebut CD Single Rinka di Booth re:ON Comics
Nah, sekarang kita berlanjut ke booth yang ada di Anicult 2014 kemarin. Selain artist alley yang diikuti oleh para comic artists dan illustrators berbakat, Anicult juga menampilkan booth penjual mainan, pabrik kertas Tjiwi Kimia, Itasha Indonesia, serta yang paling ditunggu-tunggu, re:ON Comics! Ya, akhirnya re:ON Comics hadir di Surabaya! Jadi pupus sudah anggapan yang mengatakan bahwa re:ON Comics hanya mengadakan acara di Jakarta dan Bandung saja. Surabaya! Kami telah datang.

anicult 5

Chris Lie, Hendry Iwanaga, Andik Prayogo, Kaari, dan Annisa Nisfihani siap untuk signing session

Kehadiran re:ON comics di Anicult 2014 ini, selain umtuk penjualan perdana re:ON vol 7, kami juga mengadakan launching CD single lagu Rinka berjudul ‘Dreams’ dan workshop ngomik serta talkshow oleh editor dan komikus re:ON.

Acara workshop yang dibawakan Angie dan Kate (komikus The Journal of Platina parlour) dan talkshow yang dibawakan oleh Gita Juwita (editor re:ON comics) dan Andik Prayogo (salah satu founder re:ON comics), berjudul get published with re:On comics, bertujuan untuk memberi tips buat yang mau submisi, agar komiknya bisa tembus dan diterbitkan di re:ON comics, acara ini langsung disambut antusias oleh para Reonites yang ingin mengajukan submisi, dan belajar membuat komik secara profesional.

anicult 8

Talkshow “Get Published with re:ON Comics”

Setelah acara talkshow, dilanjutkan dengan launching CD single Rinka, yang dibawakan oleh Hendry, Kaari dan Vino (kreator komik Cyborg Idol Rinka), dan diakhiri dengan pemutaran  video clip lagu ‘Dreams’, yang dinyanyikan oleh Rinka dalam bentuk animasi 3D.

anicult 4

Display CD Rinka & re:ON volume 07

Di booth re:ON, pengunjung juga heboh untuk berfoto dan minta tanda tangan dari komikus re:ON, seperti Chris Lie, Is Yuniarto, Anissa Nisfihani, Andik Prayogo, serta Kaari, Vino dan Hendry. Selain itu, kehadiran Franzeska Edelyn sebagai Reon dan juga cosplayer Rinka dan Min, turut meningkatkan animo pengunjung Anicult, yang langsung menyerbu untuk berfoto bersama.

anicult 6

Cosplayer Rinka, Reon, dan Min

Gaby, salah seorang Reonites yang sempat  ngotot berjuang untuk bisa ke Anicult walau awalnya sempat dilarang ortunya, mengaku sangat senang bisa bertemu komikus-komikus idolanya, minta tanda tangan, dan berfoto bareng. 'Pokoknya seneng banget, akhirnya bisa ketemu langsung komikus re:ON' ungkapnya, walau uang sakunya habis dibelanjakan re:ON Vol.6 dan CD Rinka. Terima kasih buat Gaby dan Reonites lainnya yang sudah memborong produk re:ON!

anicult 13

Min & Rinka bersama kreator Hyper Fusion Cyborg Idol Rinka

Ada juga pengunjung yang awalnya tidak tahu apa itu re:ON, namun setelah mampir di booth, nggak mikir lama untuk memborong komik dan merchandisenya. Bahkan harga komik di booth re:ON sampai dibilang nggak masuk akal. “Sampai saya kirain salah harga, saking murahnya”, ungkap James, pengunjung yang datang dari Singapore bersama Bene temannya.

anicult 7

Salah seorang Reonites sedang berfoto bareng Min & Rinka

 Hadiah Buat Edelyn

Saat acara berlangsung, ada kejutan manis buat Franzeska Edelyn, pemeran cosplayer Reon, komunitas Itasha Indonesia, memberinya hadiah pertama dalam acara Itasha Indonesia Photo Contest, yang dilangsungkan sepanjang acara Anicult 2014. Edelyn yang mendapat hadiah figure nendoroid mengaku surprised dengan kejutan ini, "Asli nggak nyangka.", katanya. Terima kasih Itasha Indonesia! 

anicult 14

Edelyn menerima hadiah juara pertama dari komunitas Itasha Indonesia

Harapan Ke Depan
Kalau dibilang secara umum, Anicult 2014 ini telah terselenggara dengan baik dan cukup sukses, seperti live show band lokal yang disambut antusias oleh pengunjung serta parade cosplayer yang ramai.

Namun sayang ada juga kejadian yang kurang nyaman saat workshop dan talkshow berlangsung, seperti suara musik yang diputar dari ruang sebelah, sangat mengganggu konsentrasi pembicara dan peserta. Di samping itu juga manajemen waktu masih perlu untuk dibenahi agar slot pembicara dapat teralokasi dengan efisien.

Acara-acara di Anicult 2014, memang masih ada yang perlu disempurnakan, namun bagi event yang baru pertama kali diselenggarakan dengan taraf sebesar ini, acungan jempol harus diberikan kepada panitia dan penyelenggara. Semoga di tahun depan event ini bisa digarap dengan lebih profesional dan terorganisir. (AP)

anicult 9

Sampai jumpa di Anicult 2015?

Photo by: Yudhanegara Njoman & Kenneth Tee

Back to Top