re:ON Comics Goes to FRANKFURT BOOK FAIR 2015
Posted on 29 Jan 2016

share

Fb

tw

g+

275.000 pengunjung, 7.100 peserta pameran, dari lebih dari 100 negara.
Frankfurt Book Fair, merupakan pameran buku terbesar dan tertua di dunia.
Indonesia adalah Guest of Honour di Frankfurt Book Fair 2015. 

Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah, menjadi Guest of Honor di Frankfurt Book Fair 2015. Hal ini tentunya merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi para penulis, sastrawan, seniman, penerbit dan pelaku industri perbukuan di Indonesia.

Bersama 33 penerbit lainnya, re:ON Comics, yang bernaung di bawah PT. Wahana Inspirasi Nusantara, terpilih untuk berangkat ke Frankfurt, Jerman, menjadi satu-satunya penerbit komik Indonesia yang terpilih menjadi co-exhibitor, membawa misi untuk menjual rights dan memperkenalkan komik Indonesia kepada masyarakat internasional.

Sebanyak 10 komikus, dan lebih dari 200 penulis, seniman, ahli kuliner, dan sastrawan Indonesia ikut pula berpartisifpasi menghadiri pesta buku ini. Mereka memamerkan karya mereka serta mengadakan talkshow dan demo kepada para pengunjung yang datang dari berbagai belahan dunia. Semua membawa satu misi yang sama: memperkenalkan Indonesia ke panggung dunia.

Acara resmi dibuka pada hari Selasa, 13 Oktober 2015, pukul 18.00 waktu setempat, di Frankfurt Messe, setelah penyampaian sambutan-sambutan dari Walikota Frankfurt sekaligus direktur Frankfurt Book Fair, Peter Feldmann, Bapak Goenawan Mohamad selaku ketua Komite Nasional, serta Bapak Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Frankfurt Book Fair 2015, berlangsung dari tanggal 14 hingga 18 Oktober 2015. Komikus re:ON yeng mendapat kesempatan dari komite, untuk berangkat ke acara bergengsi ini adalah Chris Lie, Is Yuniarto, Sheila Rooswitha Putri, dan Andik Prayogo.

Anies Baswedan

Sambutan Bapak Anies Baswedan

Para komikus Indonesia juga sempat bersilahturahmi dengan para ilustrator Frankfurt yang tergabung dalam Illustratoren Darnstadt E.V., dalam acara welcome party yang mereka adakan untuk menyambut kedatangan komikus Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015.

Sambutan para pengunjung pameran pun sungguh luar biasa. Umumnya mereka belum pernah mendengar tentang komik Indonesia, bahkan salah seorang komikus dari Swiss, David Boller, mengaku takjub dan sangat terkesan dengan kualitas komik-komik re:ON.

Booth

Publisher yang tertarik pada komik Chrysalis

Artists

Komikus Indonesia bersama ilustrator Darmstadt E.V.

Warga negara Indonesia yang kebetulan sedang belajar dan menetap di Frankfurt dan kota lainnya di Jerman, juga menyempatkan diri untuk mampir ke booth re:ON. Mereka langsung memborong komik-komik Indonesia di hari terakhir pameran. Bahkan, Is Yuniarto yang sempat melakukan sesi sketsa di booth re:ON, juga langsung diserbu para pengunjung yang ingin wajahnya dibuat versi komiknya. Antrian sketsa ini terpaksa harus dihentikan, setelah Is Yuniarto kehabisan kertas untuk menggambar.

Chris Lie, juga sempat memberikan workshop menggambar untuk anak-anak di Jerman, dan rupanya sambutan mereka juga sangat antusias.

Workshop

Workshop menggambar bersama Chris Lie

Seperti juga di Indonesia, demam hobby cosplay juga sudah mewabah di sana. Di Frankfurt Book Fair 2015 ini, Chris Lie, menjadi satu-satunya warga non Jerman, yang pertama kalinya terpilih untuk menjadi juri di final lomba Deutsche Cosplay Meisterschaft. Sekitar 2000 penonton acara bertepuk tangan riuh, saat menyambut Chris Lie tampil ke panggung dengan diiringi tayangan video liputan acara re:CON.

Winners

Para finalis Deutsche Cosplay Meisterschaft

Juri

Chris Lie menjadi juri Deutsche Cosplay Meisterschaft

Beberapa peserta cosplay yang sempat re:ON wawancarai, mengatakan sangat terkesan dengan perkembangan dunia cosplay dan komik di Indonesia, padahal mereka mengaku baru tahu tentang Indonesia.
Salah satu misi keikutsertaan penerbit buku Indonesia dalam pameran paling bergengsi di dunia ini adalah, agar buku-buku Indonesia dapat dikenal di seluruh dunia, dan rights-nya dapat dijual ke dunia Internasional. Jadi jika selama ini, Indonesia banyak membeli rights dari buku luar, sekarang saatnya Indonesia menjual rights ke luar negeri.

Nah, Reonites boleh berbangga loh, karena re:ON Comics berhasil menjual rights komik Grand Legend Ramayana karya Is Yuniarto, Me v Big Slacker Baby, karya Annisa Nisfihani, dan Chrysalis, karya Yudhanegara Nyoman, ke penerbit Digital Catapult Japan.

Ya, ketiga judul tersebut akan dijual dalam versi bahasa Jepang di Jepang! Di luar ketiga judul tersebut, Digital Catapult sudah setuju untuk membeli rights semua komik re:ON, yang sudah selesai arc pertamanya, untuk dijual juga di Jepang, dalam bahasa aslinya. Diwakili Chris Lie, dan Tatsuki Hirayanagi, penandatanganan M.O.U ini dilakukan di Frankfurt Book Fair 2015.

DC

Penandatanganan M.O.U dengan Digital Catapult Japan

Menurut Ibu Lucya Andam Dewi, selaku ketua komite buku dalam Frankfurt Book Fair 2015, keikutsertaan Indonesia sebagai tamu kehormatan tahun ini cukup membanggakan, karena tercatat lebih dari 400 judul buku Indonesia telah diminati oleh penerbit dari berbagai negara. Bahkan menurut Bapak Anies Baswedan, dikatakan Indonesia adalah guest of honor terbaik dalam 10 tahun terakhir ini, loh. Bravo!

Lucya Andam Dewi

Bersama Ibu Lucya Andam Dewi (tengah)

Selamat kepada Komite Nasional Frankfurt Book Fair, yang telah mengharumkan nama Indonesia! Semoga prestasi membanggakan ini, bisa menjadi inspirasi bagi para kita semua untuk turut berkarya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. (AP)

Back to Top