Shu Eirin
Posted on 31 Jan 2019

share

Fb

tw

g+

Hai Reonites, pada kesempatan kali ini, re:ON menghadirkan wawancara khusus dengan salah satu komikus re:ON, Kak Shu Eirin, komikus Bachelor’s Brotherhood yang terkenal dengan ide ceritanya yang absurd dan seru. Bagi yang penasaran ingin mengenal Kak Shu lebih lanjut, yuk, langsung kita simak aja wawancaranya!

 

Halo, Kak Shu! Apa kabar? Sedang sibuk apa nih?

Hai, terima kasih atas kesempatan ngobrol di sini. Saat ini sibuk dengan kerjaan kantor dan nyambil ngomik saja kok. (dan sesekali main game.. sesekali aja kok..)

 

Kak Shu ngantor dan ngomik di saat yang bersamaan, bagaimana cara Kakak menyeimbangkan keduanya (dan membagi waktu untuk main game juga)? Apakah ada tips-tips untuk Reonites yang juga ingin menjadi komikus paruh waktu?

Waktu untuk ngantor memang tidak bisa dikurangi, dan di luar jam ngantor pun kita juga masih harus mengerjakan hal-hal seperti bersosialiasi, mengurus rumah, dan sebagainya. Tapi dalam waktu sehari, biasanya akan selalu ada waktu ‘luang’ yang bisa kita manfaatkan. Jadi tips yang bisa kubagi adalah, coba manfaatkan setiap waktu luang yang bisa teman-teman dapatkan dalam sehari, entah nulis cerita, desain karakter, buat panel, dan sebagainya.

 

Komik 4 panel “Bachelor’s Brotherhood” telah mencapai cerita ke-280 di volume 31 ini, selamat ya Kak! Ngomong-ngomong, “Bachelor’s Brotherhood” itu komik yang Kakak kirimkan sebagai Reonites ya? Boleh ceritakan bagaimana prosesnya sampai bisa diserialisasikan di majalah cetak?

Terima kasih ^_^. Aku sendiri juga tidak menyangka bisa bertahan sampai angka segitu. Dulu aku kenal majalah re:ON (waktu itu baru volume 2) sebagai orang kantoran. Saat itu aku merasa rasanya sudah terlambat untuk serius ngomik lagi, apalagi dengan kerjaan kantor yang menghabiskan banyak waktu. Tapi waktu membaca setiap komik yang ada di re:ON saat itu, dalam diriku seperti ada perasaan cinta lama yang muncul kembali. Apalagi saat majalah re:ON menantang kita untuk membuat komik untuk dikirim, saat itulah aku memutuskan untuk mencoba ngomik sekali lagi, setidaknya kali ini saja. Setelah itu aku langsung fokus selama 2-3 minggu untuk menggambar episode awal Bachelor’s Brotherhood dan langsung kirim. Kira-kira 2 minggu aku dapat balasan dari editor untuk serialisasi “Bachelor’s Brotherhood”. Saat itu adalah saat yang paling membanggakan dalam hidupku.

 

Bachelor's Brotherhood

Komik Bachelor’s Brotherhood

 

Ide membuat “Bachelor’s Brotherhood” dengan berbagai karakter-karakter yang unik itu berasal dari mana? Ceritakan dong, Kak!

Karakter-karakter Bachelor’s Brotherhood itu sebenarnya ‘daur ulang’ dari karakter-karakter yang sudah ada kok. Misalnya seperti karakter Seto itu idenya dari karakter game RPG yang dulu aku mainkan. Aku ‘meminjam’ karakterisasi dari karakter tersebut yang kemudian aku modif sedikit dengan kepribadian yang aku pikir cocok untuk menyampaikan ide cerita dari Bachelor’s Brotherhood. Bahkan dulu sebenarnya aku mempertimbangkan Seto sebagai tokoh utama, tetapi karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, aku akhirnya memutuskan untuk menjadikan Tony sebagai tokoh utamanya. (Bisa dilihat di halaman Facebook Bachelor’s Brotherhood > Bachelor’s Brotherhood Prototype). Tony sendiri juga sebenarnya adalah karakter sampingan dari komik lama yang dulu kubuat (sayang tidak selesai).

 

Inspirasi karakter Novy dari mana, Kak? Apakah ada modelnya di dunia nyata?

Novy ‘lahir’ saat aku mencari berbagai referensi karakter yang manis dari berbagai komik. Dan kebetulan aku ketemu dengan satu judul komik yang memiliki karakter yang cukup manis, nakal, lucu, dan ternyata TRAP (ketahuannya belakangan..)! Saat itulah aku langsung memutuskan kalau aku ingin punya karakter yang seperti ini di Bachelor’s Brotherhood, dan jadilah ‘Novy’. Itulah alasan kenapa desain Novy yang pertama muncul berbeda dengan yang biasanya.

 

Apa yang membuat Kak Shu memutuskan untuk membuat komik dalam bentuk 4 panel? Apakah ada tantangan tersendiri dalam membuat komik 4 panel?

Alasanku memilih komik 4 panel adalah karena hemat waktu, dan aku tidak perlu pusing dengan desain panel, sehingga aku bisa lebih fokus di cerita. Tantangannya adalah agak repot kalau misalnya kita ingin menyampaikan cerita dengan kata-kata yang terlalu banyak, karena panelnya hanya 4 dan kecil. Kemudian efek ‘WAH’ yang didapat dari komik 4 panel biasanya tidak sekuat kalau digambar dalam bentuk halaman penuh. Karena itulah makanya komik 4 panel biasanya lebih umum digunakan untuk cerita slice of life dan komedi.

 

Bravesong Saga

Komik Bravesong Saga, Karya Shu Eirin (2007)

 

Selain serial komik, Kak Shu rutin membuat Interactive Corner dengan berbagai tema di page Facebook “Bachelor’s Brotherhood”, dan kolaborasi dengan serial komik lain (seperti dengan Hyper Fusion Cyborg Idol Rinka dan The Journal of Platina Parlour). Apakah ada hal lain yang belum sempat dicoba dan ingin dilakukan oleh Kak Shu?

Ada. Aku masih punya cita-cita untuk membuat gamechoose your own adventure’ yang bisa dilakukan via voting, tapi ini butuh perencanaan yang agak panjang sih, jadi untuk saat ini masih belum dilakukan.

 

Voting di page Facebook Bachelor's Brotherhood

Salah satu Interactive Corner di page Bachelor’s Brotherhood

 

Apakah yang mendorong Kak Shu untuk membentuk “GEMAS”?

Saat pertama kali disapa oleh Yang Mulia (Reyna), aku merasa seperti ada panggilan jiwa. Dan aku juga merasa sepertinya aku tidak sendiri, jadi kepikiran saja kayaknya seru nih kalau bisa ngumpulin orang-orang yang sejenis :p

 

Asal pen name “Shu Eirin” itu dari mana?

Aku punya nama dengan huruf Cina yang diberikan orang tua dulu ’ć‘šć‰æž—’ dan dari huruf ini kalau dibaca ke bahasa Jepang kira-kira jadi ‘Shu Ei Rin’, dan jadilah pen name ini terpakai sampai sekarang.

 

Siapa komikus yang menginspirasi Kak Shu?

Kumeta Kouji - Aku suka cara dia bercerita lewat karyanya ‘Sayonara Zetsubou Sensei’.

Tozen Ujiie - Aku banyak belajar bercerita dengan format 4 panel lewat karya-karyanya.

Kozue Amano, dan Chika Umino - Karya-karya mereka bikin aku percaya ‘ngomik itu punya kekuatan menggerakkan hati manusia’.

 

Apakah ada pesan untuk para Reonites yang sedang berjuang membuat komik?

Akan ada waktunya di mana kita nanti tidak akan bisa memegang pensil lagi (entah karena semakin tua, semakin banyak tanggung jawab dan sebagainya). Jadi selama tangan kita masih bisa digunakan untuk menulis atau menggambar, lakukan sebaik-baiknya supaya ketika saat di mana kita sudah tidak bisa menggambar itu datang, kita tidak akan merasa menyesal karena dulu tidak mencoba. #BeraniMencoba [MS] [Photo: Andhika Hartawan]

Baca artikelnya lebih lanjut di re:ON Comics Volume 31

Bachelor's Brotherhood 

Back to Top