Sweta Kartika
Posted on 30 Jan 2019

share

Fb

tw

g+

Hai Reonites, pada kesempatan kali ini, re:ON menghadirkan wawancara khusus dengan salah satu komikus Indonesia paling produktif, Sweta Kartika. Sang kreator komik Spalko, Nusa V, dan Grey & Jingga: Purple Sunday, di re:ON Comics, sekaligus menjadi editor dan project manager untuk komik Animacore. Yuk, yang penasaran ingin tahu bagaimana sistem kerjanya dalam membuat komik, kita simak bersama-sama liputannya.

 

 Spalko

Spalko

 

Hai Kak Sweta, apa kabar? Sedang sibuk apa sekarang?

Halo, semuanya. Kabar saya sangat baik. Sekarang masih sibuk ngomik aja. Ada beberapa judul komik yang masih jalan.

 

Boleh diceritakan awal mula Kak Sweta ngomik?

Kalau mulai ngomik sebetulnya sudah sejak kecil. Dulu masih pada taraf niru-niru komik yang saya beli di toko buku dekat sekolah, dan ngomiknya juga masih di buku tulis. Kalau masuk ke industri komik secara profesional mulai tahun 2011. Di tahun itu, saya pertama kali berkenalan dengan deadline dan tata aturan ngomik.

 

Apakah Kak Sweta pernah mengalami hambatan atau kendala saat awal berkarya? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Kendala yang sering saya alami sekarang adalah masalah waktu pengerjaan karya. Karena saya seringkali mengerjakan lebih dari satu judul, kadang saya harus menggeser deadline judul lainnya, kalau pengerjaan komik sebelumnya belum selesai. Solusinya ya saya harus pandai-pandai membagi waktu dan mematangkan konsep cerita sebelum dieksekusi. Tapi tetap saja, seringkali komik saya terpaksa lewat dari deadline dan harus mundur penayangannya. Kecuali untuk beberapa judul yang memang tidak boleh telat, mau tidak mau saya harus mengorbankan waktu tidur untuk lembur.

 

Wow! Lalu, dalam sebulan dapat membuat berapa judul?

Setidaknya saya sanggup mengerjakan 2 judul per-bulan secara paralel. Kalau dihitung rata-rata, mungkin sekitar 50-60 halaman per 30 hari.

 

Trus, bagaimana caranya memenuhi deadline dan membagi waktu untuk keluarga?

Saya seorang freelancer yang bisa bekerja di mana saja. Tambah lagi, hampir semua komik saya dikerjakan manual. Seringkali saya ngomik di tengah-tengah family time. Seringkali saya ngomik sambil hang out di café bareng istri. Bagi kami, ini bukan masalah. Biasanya ada komikus yang memerlukan situasi tertentu supaya mood ngomiknya jalan, sedangkan saya tidak memerlukan kondisi khusus. Di dalam perjalanan kereta api pun saya bisa mengerjakan komik. Bagi saya, waktu ngomik itu bisa kapan saja dan di mana saja. Makanya komik saya bisa cepat selesai. Dan yang paling penting, beberapa judul yang saya kerjakan itu mendapat bantuan tim dan asisten.

 

Kalau menurut Kak Sweta, siapakah komikus yang paling mempengaruhi gaya gambar Kakak?

Yang banyak mempengaruhi gaya gambar saya, biasanya dari komik-komik yang saya baca. Seperti komik Donal Bebek, Dragon Ball, komik-komik manhua seperti Tiger Wong, Harlem Beat-nya Yuriko Nishiyama, komik Detective Conan, mangaka Takehiko Inoue, Urasawa Naoki, dan Hiroaki Samura. Komikus lokal yang paling saya gemari gaya gambarnya adalah Pak Ganes TH.

 

Apa saja yang dapat membuat semangat Kakak dalam berkarya terus menyala?

Saya punya hobi mendongeng dan menggambar. Hanya dengan komiklah keduanya bisa saya sampaikan. Semakin hari, semakin banyak inspirasi yang tumbuh di kepala saya. Artinya, ada banyak sekali ide komik yang belum sempat saya karyakan. Ide-ide itulah yang membakar semangat saya untuk terus berkarya.

 

Bagaimana cara meningkatkan skill menggambar dan membuat cerita komik yang baik?

Skill menggambar hanya bisa ditingkatkan melalui latihan. Biasakan mengukur latihan dengan jam dan coba menyusun tantangan dalam menggambar. Tantangannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kelemahan kita. Misalnya kita lemah dalam menggambar background, maka mulailah menantang diri berlatih menggambar background. Skill bercerita biasanya saya latih dengan banyak-banyak membaca novel dan menonton film.

 

Tolong ceritakan, awal mula Kakak bergabung dalam re:ON Comics?

Saya bergabung di re:ON karena tertarik bagaimana re:ON memperlakukan IP-IP di dalamnya. Di re:ON, saya melihat banyak komikus yang bertumbuh menjadi besar, dan saya melihat rumah yang baik untuk tumbuh besarnya ide-ide komik saya. Karena alasan itulah saya bergabung.

 

Apa saja pengalaman menarik selama bergabung di re:ON Comics?

Di re:ON, untuk pertama kalinya, saya mempunyai official cosplayer untuk karakter komik saya, yaitu Tesla, yang dicosplaykan oleh Jeanice Ang.

 

Pernah nggak, Kak Sweta merasa ingin menyerah menjadi komikus?

Belum pernah, tuh. Sebaliknya, semakin hari, saya semakin yakin dengan apa yang saya kerjakan ini sebagai jalur karir profesi saya..

 

Bisa diceritakan awal mula terciptanya ide Spalko?

Spalko adalah IP yang digagas berdasarkan diskusi dengan Andik Prayogo, tentang genre yang saat ini paling digemari di re:ON. Saat itu, pembaca menyukai genre romance dan action. Akhirnya, saya menyusun cerita dengan memformulasikan kedua genre tersebut. Lalu jadilah judul Spalko.

 

Kalau mengenai Grey dan Jingga, Purple Sunday? Apa bedanya dibandingkan serial Grey and Jingga lainnya?

Judul Grey & Jingga yang lain hadir dalam format comic strip, dengan 4-5 panel sederhana, lalu diakhiri dengan quotes romantic. Sedangkan di Purple Sunday, Grey & Jingga akan hadir sebagai komik seri biasa.

Grey & Jingga: Purple Sunday

Grey & Jingga: Purple Sunday

 

Nah, sekarang soal komik Nusa V, apa yang spesial dari komik ini?

Nusa V, merupakan komik pengembangan dari judul karya kami terdahulu; Nusantaranger, dengan bantuan editorial oleh tim Shogakukan Asia. Nusa V menceritakan tentang para titisan penjaga Marcapada yang mendapat tugas mempertahankan keseimbangan alam dari serangan kubu Sandekala di bawah kendali Kelana. Di Indonesia komik Nusa V akan terbit di re:ON Comics, dan akan dibawa oleh Shogakukan Asia ke pasar dunia.

Nusa VNusa V versi komik satuan

 

Dari semua komik yang Kak Sweta hasilkan, menurut kakak, yang mana yang paling menantang?

Komik paling menantang adalah komik H2O:Reborn. Alasannya karena komik ini dibalut dengan gabungan genre sci-fi, aksi, dan drama, dan harus terbit rutin perbulan. Yang membuatnya sangat menantang adalah karena karakter dan setting-nya adalah dunia robot yang menuntut kerumitan pengilustrasian. Di dalam komik ini juga terdapat banyak istilah asing dan konsep cerita yang rumit yang harus dibahasakan sesederhana mungkin agar pembaca awam bisa menikmati dengan mudah.

 

Menurut Kak Sweta, apa saja sih yang harus dimiliki seseorang yang ingin menjadi komikus?

Menurut saya, selain mempunyai kemampuan menulis cerita dan menggambar yang baik, seorang komikus juga harus mempunyai kedewasaan dalam kedisiplinan dan persistensi yang tinggi. Jangan lupa bahwa ngomik juga butuh perut yang kenyang, maka menjadi komikus juga harus pintar “mendagangkan” karyanya. Yang terakhir, komikus harus punya attitude yang baik. Bagaimanapun, kesuksesan menjadi komikus tidak bisa diraih seorang diri. Kita memerlukan banyak uluran tangan orang dan keakraban pembaca, dan itu hanya bisa dicapai jika kita punya pribadi yang baik.

 

Pesan Kakak untuk para Reonites yang ingin menjadi komikus?

Buat kalian yang bercita-cita menjadi komikus, coba lihatlah ke atas, ke sosok komikus-komikus idola kalian. Pelajari kisah hidupnya, bagaimana mereka jatuh bangun berkarya di industri komik dunia. Dari sanalah, kita akan belajar menghargai proses dan semangat pantang menyerah. [AP] [Photo: Andhika Hartawan]

Baca artikelnya lebih lanjut di re:ON Comics Volume 28

Beli di TokopediaBeli di Shopee
Nusa VBeli di TokopediaBeli di Shopee
Grey&Jingga: Purple Sunday

Back to Top