Annisa Nisfihani
Posted on 02 Feb 2017

share

Fb

tw

g+

Halo, Reonites! Kali ini, re:ON menghadirkan wawancara seru dengan komikus cantik, Annisa Nisfihani (kreator komik Me vs Big Slacker Baby dan Our Teachers are Artists), yang telah banyak berprestasi di belantara komik Indonesia. Yuk, kita ikuti kisahnya.

Hai, kak Annisa, lagi sibuk apa nih sekarang?

Masih sibuk dengan mengerjakan 3 proyek komik, Me vs Big Slacker Baby dan Faint★Star di re:ON Comics, serta My Prewedding di Line Webtoon.

Bisa diceritakan nggak, awal mula dapat ide bikin komik Me vs Big Slacker Baby?

Idenya sih dari kehidupan sekitar, dan diri sendiri. Hehehe.

Trus, ceritanya bisa bergabung ke re:ON?

Waktu itu sih di e-mail editornya re:ON, yang sedang mencari komikus untuk majalah re: ON tersebut, lalu saya coba ikut dan alhamdulillah, lolos seleksinya.

Nah kalau karakternya, terinspirasi dari mana?

Dari hatimu....., hahaha bercanda, deh. Dari karakter-karakter yang ada di komik shoujo, lalu dikombinasikan dan walaa~~~ jadilah Alvan, Arin, dan teman-temannya.

Darimana kakak mencari ide untuk bikin komik?

Hm... Merenung, sebelum tidur... Dan kadang-kadang dalam kamar mandi hahahahha (kenyataan) , bisa juga saat ngobrol, baca komik, dan nonton film, kalau tiba-tiba terlintas ide, langsung catat deh.

 

Bersama dengan Me vs Big Slacker Baby Volume 1

 

Apa yang membuat kakak tertarik menjadi komikus?

Yang pasti dari awalnya sih hobi. Karena awal mau jadi komikus, ya pasti karena kita emang suka komik, dan akhirnya kepengen jadi orang yang bisa bikin komik.

Proses kakak ngomik itu seperti apa sih? Bisa dijelaskan?

Saya mulai dari draft, setelah lolos dari editorial, lalu diperbaiki menjadi sketsa yang akan di line art ulang (menjadi lebih rapi dan jelas) baru proses toning, dan setelah itu texting dan finishing. Proses terakhir ini dikerjakan secara digital.

Kakak kan sibuk banget nih, cara membagi waktu untuk memenuhi deadline bagaimana sih?

Istirahat dengan teratur, agar punya tenaga buat bikin komik, lalu juga jangan lupa sholat 5 waktu, dari situ saya bisa mengatur waktu.

Cara kakak membagi waktu untuk keluarga?

Karena jadwalnya biasa pagi sampai sore, ya, bersama keluarganya waktu malam dan hari minggu, tapi kalau pas lagi deadline... Yah.... pagi siang malam, kalau waktunya ngomik, ya, harus kejar, malah kadang keluarga ikut dipaksa bantuin. Ha ha ha!

 

Halaman komik Me vs Big Slacker Baby di situs Comic Catapult

 

Pertama kali Kak Annisa bikin komik itu waktu kapan?

SD, waktu itu bikinnya masih di buku tulis , ngambil bagian tengahnya di cabut, trus dijadikan komik 2 lembar, dengan gambar ala Candy Candy... Ah! Jadi nostalgia, nih!

Apakah kakak pernah ditolak penerbit?

Tentu saja, berkali-kali..... Kalau dihitung sih dari awal nyoba, sudah 5 kali ditolak penerbit. Karena dulu, katanya karya saya masih belum memenuhi standar layak terbit.

Trus bagaimana cara kakak tetap semangat untuk terus bikin komik walau ditolak penerbit?

Ya, motivasinya karena gregetan ditolak terus, jadinya terus belajar dan memperbaiki kualitas karya sendiri.

Kalau dari orang tua apakah didukung atau malah pernah dilarang?

Pernah dilarang, itu pun karena saya bebal. Karena nggak bisa bagi waktu. Tapi sekarang sudah didukung penuh.

 

 

Kendala terbesar kakak dalam membuat komik apa saja, dan bagaimana mengatasinya?

Mati listrik, internet ngambek, dan software error kala dibutuhkan. Lalu cara mengatasinya... ngungsi ke tempat yang tersedia listrik dan internet. Tapi kadang kalau sudah keburu bad mood, saya tinggal tidur, kalau nggak browsing di media sosial, atau baca komik.

Kalau mengalami idea block, mengatasinya bagaimana?

Sholat, Tidur, lagi-lagi scroll FB, IG, dan sejenisnya, baca komik, lalu kalau ada duit jalan-jalan, deh. Hahahaha (kali aja dapat mood booster)

Menurut kakak, untuk menjadi komikus itu yang terpenting apa saja sih?

Konsisten, harus tepat waktu, dan harus kuat mental dari tekanan deadline, maupun komen negatif para pembaca terhadap karya kita.

Adakah cita-cita kakak yang belum terpenuhi?

Jadi Astronot? Dokter? Hehehe, bercanda deh, pengen komiknya bisa keliling dunia, tapi lebih pengen lagi, kalau sayanya juga ikut diajak keliling dunia. Hahaha.

Ada pesan buat Reonites yang ingin jadi komikus?

Terus berusaha! Berani mencoba! Jangan mudah menyerah! Yupz, cukup itu saja.

[AP] [Photo: Dokumentasi pribadi Annisa & re:ON Comics]

 

Baca artikel selengkapnya di re:ON Comics Volume 21!

Back to Top