re:ON @ Cocoon Festival 2014
Posted on 02 Nov 2014

share

Fb

tw

g+

Bagi para penggemar doujin di Jakarta, sekali lagi mereka telah terpuaskan dengan hadirnya event Cocoon Festival yang untuk pertama kalinya diadakan pada 25 Oktober 2014 lalu, di Lotus Room, Jakarta Design Center lantai 6. Acara yang dimulai sejak pukul 9 pagi hingga 5 sore ini sukses merebut perhatian para fans.

Pujian harus diberikan pada para panitia penyelenggara yang berhasil mengadakan acara ini secara rapi, terorganisir, dan menyenangkan. Ini tentunya berkat kerjasama dari para pengisi booth dan pengunjung juga. Selain itu, pemilihan tempat yang mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum serta pemilihan waktu yang tidak bentrok dengan event lain yang sejenis menjadi factor kesuksesan penyelenggaraan acara ini.

Cocoon 2

Suasana Cocoon Festival

Acara yang sepenuhnya gratis bagi para pengunjung ini, tentunya sayang sekali untuk dilewatkan oleh para para penggemar dunia pop culture, karena semua booth yang tersedia, habis tersewa semuanya oleh para circle-circle doujin maupun para pelaku industri komik di Indonesia, termasuk di antaranya re:ON Comics yang turut memeriahkan acara ini.

Beberapa Reonites yang hadir ke booth re:ON juga sempat menanyakan absennya Franzeska Edelyn dan Matcha Mei di acara ini. re:ON mohon maaf karena kedua cosplayer tersebut berhalangan hadir, namun keduanya bakal muncul lagi di event re:ON berikutnya yaitu HelloFest Anime Expo 2014 kok.

Cocoon 3

 Penampakan Booth re:ON

Selain pasar doujin yang diisi berbagai komik indie dan merchandisenya, Cocoon Festival juga mengadakan acara talkshow dan workshop berkualitas yang dibawakan oleh nama-nama besar di dunia kreatif Indonesia seperti lalu Sweta Kartika, Oktavia Wina, Mimi N, & Muhklis Nur, tim NusantaraRanger, Glassine Books serta tentunya Hendry Iwanaga dan Kristoforus Marvino dari re:ON Comics.

Cocoon 6

Suasana saat talkshow & workshop berlangsung

Pembicara dari tim creator Hyper Fusion Cyborg Idol Rinka yaitu Hendry dan Vino, membawakan materi  workshop berjudul Storytelling for Comics, yang disambut antusias oleh para peserta. Bahkan para peserta juga sempat diminta untuk turut serta dalam praktek membuat premis dan logline untuk komik. Dan 10 peserta terbaik mendapat hadiah dari re:ON Comics.

Cocoon 5

Hendry Iwanaga sedang membawakan talkshow

Beberapa peserta mengaku puas dengan acara ini, karena masalah nggak nemu ide buat bikin komik, dapat diselesaikan dengan cara membuat premis dan logline, seperti yang diajarkan oleh para pembicara.

Cocoon 7

Hampir seluruh kursi terisi penuh oleh peserta talkshow

Cocoon 8

Peserta dengan premis dan logline terbaik berfoto bersama Vino & Hendry

Seperti dalam acara talkshow tentang komik Indonesia yang sudah-sudah, pertanyaan dan pernyataan mengenai style gambar komik Indonesia juga sempat dilontarkan oleh seorang ibu-ibu yang datang mengantar anaknya. Walau materi talkshow dan workshop ini sebenarnya mengenai cara membuat cerita komik, namun ibu tersebut dengan antusias mengajukan pertanyaan yang jelas tidak ada hubungannya: “Mengapa gambarnya komik Indonesia sekarang gayanya jepang, di mana style Indonesianya?”

Mungkin ibu tersebut kecewa setelah melihat hasil komik-komik doujin yang dijual di bazaar Cocoon Festival dan tidak pernah membaca komik Indonesia modern lainnya, lalu menyimpulkan bahwa semua komik Indonesia modern, isi nya seperti itu. Terbukti ketika ditanya apakah pernah membaca re:ON Comics? Sang ibu menggeleng. Tentunya pertanyaannya akan berbeda kalau dia sempat membaca Tawur, Grand Legend Ramayana, NusantaRanger, Sheila’s Playground, Si Juki maupun Arigato Makaroni. Beruntung  Gemilang Nugrahadi, sang moderator, langsung mengarahkan pertanyaan agar tidak melebar keluar dari topic semula, yaitu membuat cerita dalam komik.

Cocoon 4

Seorang anak penggemar "The Journal of Platina Parlour" dalam komik re:ON Comics, didampingi ibunya


Sekali lagi, bravo panitia Cocoon Festival, semoga tahun depan acara ini diadakan lagi ya.

Back to Top